Godfrey Olukya
07 Juni 2018•Update: 07 Juni 2018
Godfrey Olukya
ARU, Republik Demokratik Kongo
Human Rights Watch (HRW) memperingatkan pemerintah Republik Demokratik Kongo (DRC) terhadap diskriminasi dan pelecehan ke warga sipil selama negara tersebut menghadapi wabah Ebola.
Direktur Kesehatan dan Hak Asasi Manusia dari LSM Internasional, Diederik Lohman, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa perlindungan HAM adalah kunci untuk menanggulangi wabah Ebola baru-baru ini, dan menasihati pemerintah untuk membatasi penggunaan karantina sebagai salah satu cara untuk memerangi penyakit.
“Melindungi hak asasi manusia adalah kunci untuk menanggapi wabah Ebola. Batasan untuk kebebasan bergerak dan langkah-langkah lain yang membatasi hak-hak dasar harus sah, perlu, dan proporsional,” ujar Lohman.
Dia juga mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perlindungan bagi pekerja medis dan perempuan, sekaligus memastikan pengawasan dan pemantauan yang efektif.
Sejak tahun 1976, lebih dari 800 orang telah meninggal dunia di Kongo karena delapan wabah Ebola sebelumnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kementerian pada 8 Mei mengkonfirmasi sejumlah kasus Ebola di negara tersebut.
Sejauh ini, Ebola telah menelan lebih dari 25 nyawa di negara itu, sementara lebih dari 50 kasus Ebola telah dikonfirmasi.