Ahmet Gurhan Kartal
07 Juni 2018•Update: 08 Juni 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris tetap percaya bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran adalah cara terbaik agar negara tersebut berhenti menciptakan senjata nuklir, kata Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Rabu.
"Kami akan terus berkomitmen selama Iran memenuhi kewajiban mereka," ujar dia.
Pernyataan May ini muncul dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu bertemu dengan May di London, setelah sebelumnya menemui Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, di mana keduanya juga memastikan tetap berkomitmen dengan kesepakatan nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Safari politik Netanyahu ini bertujuan meyakinkan pemimpin negara-negara Eropa untuk mengikuti langkah Presiden AS Donald Trump yang menarik negaranya dari kesepakatan tersebut.
"Bersama Prancis dan Jerman, Inggris terus percaya bahwa JCPOA adalah cara terbaik untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir," kata May.
"Namun kami menyadari ada beberapa masalah lain yang perlu diperhatikan berhubungan dengan Iran -- mereka membuat aktivitas yang menciptakan ketidakstabilan di wilayah regional, di negara-negara seperti Suriah dan Yaman dan banyaknya penembakan rudal."
Kekerasan di Gaza
May juga berkata kepada Netanyahu bahwa dirinya khawatir akan banyaknya nyawa warga Palestina yang hilang di demonstrasi Gaza.
Dia juga mengatakan "sangat prihatin dengan serangan roket dari Gaza, dan sebagai teman Israel, menyatakan dukungan Inggris atas hak membela diri Israel," menurut pernyataan resmi pemerintah.
May berujar, warga Palestina berhak melakukan demonstrasi, namun sangat penting supaya aksi tersebut berjalan dengan damai.
Meski begitu, dia menyatakan kekhawatirannya atas banyaknya korban tewas di Gaza pada beberapa pekan belakangan dan atas penggunaan senjata api oleh tentara Israel.
"Perdana menteri menyatakan, situasi di Gaza harus diselesaikan dengan kedua belah pihak berjalan kembali menuju proses negosiasi dan menempuh solusi dua-negara," imbuh pernyataan itu.
Netanyahu juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dalam kunjungannya ke London, yang juga menyatakan kekhawatiran Inggris akan banyaknya korban di Gaza.
"Kami sangat prihatin atas tewasnya lebih dari 120 warga Palestina dalam beberapa pekan ini, juga atas situasi di Gaza yang terus memburuk," kata dia.
"Masyarakat Israel dan Gaza berhak untuk hidup tenang dan damai, tanpa merasa terus khawatir akan keamanan diri mereka. Kami terus berusaha menekankan kepada Israel dan Otoritas Palestina akan pentingnya menahan aksi-aksi yang membuat perdamaian semakin sulit dicapai."
Johnson juga menggarisbawahi bahwa "pembangunan permukiman adalah penghalang utama untuk mencapai tujuan ini, sama seperti terorisme, hasutan untuk melakukan kekerasan, dan penolakan beberapa pihak untuk mengakui keberadaan negara Israel”.