Pascal Mulegwa
15 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Pascal Mulegwa
KINSHASA, Kongo
Sekitar 362 orang telah ditempatkan di bawah pengawasan medis khusus di barat laut Republik Demokratik Kongo (DRC) karena diduga terjangkit wabah Ebola.
“Kami berada di Bikoro, di mana 17 dugaan kasus dan dua kasus yang dikonfirmasi telah diidentifikasi,” kata Matshidiso Moeti, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika, Senin.
Moeti yang didampingi Direktur Umum WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah berada di DRC sejak Sabtu.
Selasa lalu, WHO mengatakan bahwa DRC telah mengkonfirmasi dua kasus Ebola di kota Bikoro, daerah miskin di tepi Danau Tumba di Provinsi Equateur.
“Vaksin akan mulai tersedia di DRC pada Rabu atau Kamis. Vaksin akan diprioritaskan untuk pasien di bawah pengawasan khusus, baru kemudian seluruh warga Bikoro," jelas Ghebreyesus.
Menurut WHO, hingga 13 Mei, sebanyak 39 kasus Ebola telah dilaporkan di daerah itu dalam lima minggu terakhir. Dari mereka, hanya dua yang dikonfirmasi. Selebihnya ada 20 kemungkinan kasus, dengan 18 di antaranya berakhir dengan kematian.
Wabah Ebola di DRC ini adalah yang kesembilan kalinya sejak virus pertama kali ditemukan di negara itu pada 1976.
Ebola telah menjadi ancaman global pada 2014, ketika wabah yang mulai menyebar di Afrika Barat itu menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi sekitar 28.600 orang di Liberia, Guinea dan Sierra Leone.