Dunia

PM Italia: Afghanistan seharusnya tak menjadi tempat aman bagi terorisme

Mario Draghi mendesak tindakan segera karena ada 'krisis kemanusiaan yang besar' di Afghanistan

Baris Seckin dan Gozde Bayar   | 13.10.2021
PM Italia: Afghanistan seharusnya tak menjadi tempat aman bagi terorisme Pemandangan dari tempat kejadian setelah sedikitnya lima roket ditembakkan ke Bandara Internasional Hamid Karzai di ibukota Afghanistan, Kabul, pada 30 Agustus 2021. ( Haroon Sabawoon - Anadolu Agency)

ROMA/ANKARA

Perdana menteri Italia Mario Draghi mengatakan Afghanistan seharusnya tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi terorisme.

“Terorisme mungkin tidak hanya mengacaukan Afghanistan, tetapi seluruh kawasan, dan mungkin juga dunia, ” ujar dia pada pertemuan virtual G20 pada Selasa.

Dia menggarisbawahi pentingnya bersatu dalam masalah ini dan PBB memiliki mandat luas guna mengoordinasikan semua kegiatan membantu warga Afghanistan.

“Tujuan utama dari koordinasi ini adalah pertama dan terutama merespons keadaan darurat kemanusiaan dan kami mendukung misi bantuan PBB di Afghanistan,” ungkap dia.

Dia mendesak tindakan segera karena ada "krisis kemanusiaan besar", yang memburuk menjelang musim dingin.

Mengenai situasi ekonomi di negara itu, Draghi mengatakan akan ada krisis sistem keuangan di Afghanistan, karena sistem itu berada di ambang disfungsi.

“Bersamaan dengan itu, akan ada krisis sistem perbankan dan itu sama pentingnya dengan krisis kemanusiaan saat ini karena jika uang tidak mengalir, jika pembayaran tidak dapat dilakukan, ekonomi akan runtuh dan akan membuat bantuan apa pun menjadi lebih rumit,” tambah Draghi.

Tentang pandemi virus korona, Draghi mengatakan G20 harus siap untuk memasok vaksin dan mendukung dimulainya kembali kampanye vaksinasi melalui Fasilitas Akses Global Vaksin COVID-19 (COVAX) Organisasi Kesehatan Dunia.

Usulan Turki untuk membentuk kelompok kerja

Draghi mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan G20 bahwa negara-negara tetangga Afghanistan harus dimasukkan dalam masalah migrasi.

Dia mengatakan, bantuan yang ditujukan untuk negara harus diprogramkan tetapi saat ini belum ada koordinasi.

Tentang proposal Turki untuk membentuk kelompok kerja, dia berkata: "Saya langsung mengatakan bahwa ini adalah proposal yang menarik. Tetapi anggota lain juga harus menyetujui masalah ini. Kami akan membicarakan masalah ini dengan anggota lain dalam beberapa hari mendatang."

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengusulkan pembentukan kelompok kerja di Afghanistan di bawah G20 untuk mengatasi situasi di sana di bidang politik, ekonomi, dan kemanusiaan.

Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus, memaksa presiden dan pejabat tinggi lainnya meninggalkan negara itu.

Taliban telah membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin Hasan Akhund.

Kekuatan dunia telah meminta kelompok itu untuk membentuk pemerintahan inklusif yang mewakili keragaman etnis bangsa Afghanistan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın