Maria Elisa Hospita
11 Mei 2018•Update: 11 Mei 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May pada Kamis mengecam Iran setelah Israel menuding Teheran telah menembakkan roket dari Suriah ke pasukan Israel.
"Kami sangat mendukung hak Israel untuk membela diri melawan agresi Iran," ujar May kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lewat telepon.
Dalam sebuah pernyataan, disebutkan pula bahwa May meminta kedua belah pihak untuk tetap tenang dan mendesak Iran untuk tidak melancarkan serangan lanjutan.
May dan Netanyahu sepakat bahwa masyarakat internasional harus bekerja sama untuk menghadapi aktivitas regional Iran yang tak stabil dan Rusia agar menggunakan pengaruhnya di Suriah untuk mencegah serangan lainnya dari Iran.
Lewat percakapan itu, May menegaskan kembali dukungan Inggris bagi Israel.
Tentara Israel mengklaim pasukan Iran di Suriah telah menembakkan 20 roket ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, dan berhasil menghalaunya dengan sistem pertahanan udara Iron Dome Israel.
Dalam pernyataan terpisah, tentara Israel juga mengklaim pesawat tempurnya telah menyerang sekitar 50 pos militer yang terafiliasi dengan Pasukan Quds Iran di wilayah Suriah.
Serangan itu merupakan serangan balasan atas roket yang ditembakkan oleh Pasukan Quds [dari wilayah Suriah] di pos-pos depan IDF di Dataran Tinggi Golan.
Menurut juru bicara militer Israel Ronen Manelis, serangan itu telah memporakporandakan pos milik Pasukan Quds dan Pengawal Revolusioner Iran di seluruh Suriah.
"Pasukan Iran akan butuh waktu berbulan-bulan untuk pulih dari serangan," kata Manelis kepada radio militer Israel.
Juru bicara itu menggambarkan serangan tersebut sebagai "salah satu serangan udara terbesar" yang dilancarkan oleh Angkatan Udara Israel dalam beberapa tahun terakhir.
May juga menyampaikan sikap Inggris mengenai kesepakatan nuklir Iran.
"Kami dan mitra Eropa tetap berkomitmen untuk memastikan kesepakatan itu berjalan penuh, sebagai cara terbaik untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson lewat pernyataaan mengatakan, "Kami juga mendesak Rusia agar menggunakan pengaruhnya di Suriah untuk mencegah serangan lainnya dari Iran dan mengupayakan solusi politik."