Hayati Nupus
23 September 2018•Update: 24 September 2018
Mohamed Majed
KOTA GAZA, Palestina
Sebuah pesawat perang Israel menghantam Jalur Gaza di sebelah utara, namun tidak menelan korban.
Menurut saksi mata, kepada Anadolu Agency, pada Sabtu pesawat perang itu menargetkan Distrik Abu Safiyya.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat perang militer menargetkan pemuda-pemuda di Jalur Gaza yang diduga "menerbangkan layang-layang dan balon pembakar."
Tidak ada korban atau cedera, lapor Departemen Kesehatan Gaza.
Dalam beberapa pekan terakhir, aktivis Palestina menerbangkan layang-layang dan balon di atas wilayah Israel sebagai bagian dari protes anti-pendudukan yang berlangsung di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel.
Menurut pejabat Israel, senjata udara yang diimprovisasi menyebabkan kebakaran di pemukiman Israel dan mengakibatkan kerusakan material signifikan namun tidak menimbulkan kematian atau cedera.
Sejak demonstrasi dimulai pada akhir Maret, sejumlah warga Palestina menjadi martir–dan ribuan lainnya terluka–oleh pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang sisi lain zona penyangga.
Para pengunjuk rasa menuntut "hak untuk kembali" ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, yang kemudian menjadi negara baru Israel pada 1948.
Mereka juga menuntut Israel untuk mengakhiri blokade 11 tahun di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan perekonomian dan merampas kebutuhan dasar lebih dari 2 juta penduduk.