Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 September 2020•Update: 30 September 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan pertempuran hebat terjadi di garis depan Armenia-Azerbaijan sepanjang malam.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa pagi, kementerian mengatakan bahwa pasukan Armenia berusaha untuk mengambil kembali posisi mereka yang hilang di wilayah perbatasan Fuzuli-Jabrayil dan Agdere-Terter.
Namun, menurut pernyataan itu, tembakan balasan dari pasukan Azerbaijan menggagalkan upaya mereka.
Jet dan pasukan Azerbaijan menghancurkan konvoi kendaraan lapis baja Armenia yang berangkat dari Desa Madagiz.
Tentara Azerbaijan juga menghancurkan tank dan kendaraan Armenia di dekat Fuzuli-Jabrayil dan melumpuhkan 10 tentara.
"Operasi untuk membersihkan kota Fuzuli dari pasukan Armenia sedang berlangsung dan empat tank Armenia dihancurkan pagi ini," kata kementerian itu dalam pernyataan terpisah.
Tentara Armenia juga menyerang Kota Dashkesen di bagian barat Azerbaijan yang, menurut kementerian, akan ditanggapi dengan kekuatan yang sama.
Bentrokan perbatasan meletus Minggu pagi setelah pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil dan posisi militer Azerbaijan.
Sejak itu, ketegangan terus meningkat dan Turki terus menegaskan dukungannya untuk Azerbaijan.
Uni Eropa, Rusia dan NATO dan banyak pihak lainnya mendesak penghentian segera bentrokan di sepanjang perbatasan.
Hubungan antara kedua negara bekas Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau wilayah Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB serta banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai bagi konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.