Mahmut Geldi
27 April 2022•Update: 28 April 2022
JERUSALEM
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menerima surat ancaman pada Selasa yang berisi peluru, lapor media lokal.
Perusahaan Penyiaran Publik Israel (KAN) melaporkan bahwa polisi telah meluncurkan penyelidikan atas surat tersebut, yang dikirim ke rumah Bennett di kota Ra'anana di Israel tengah.
Badan keamanan internal Shin Bet Israel dan polisi sedang bekerja untuk mencari muasal sumber surat itu.
Shin Bet juga meningkatkan keamanan untuk keluarga Bennett.
“Tidak peduli seberapa dalam perselisihan politik, itu tidak boleh mencapai tingkat kekerasan, intimidasi, dan ancaman kematian,” kata Bennett dalam sebuah posting di Twitter.
“Kita perlu melakukan segalanya, sebagai pemimpin dan sebagai warga negara yang masa depan dan masa depan anak-anaknya ada di negara ini, agar fenomena seperti itu tidak ada.
“Kita semua adalah manusia. Argumen dan ketidaksepakatan - ya. Penindasan dan ancaman - tidak," katanya.
“Selain menjadi politisi dan Perdana Menteri, saya juga seorang suami dan ayah. Jadi saya harus melindungi istri dan anak-anak saya juga,” katanya.
Dia meminta para politisi, terutama mereka yang aktif menggunakan media sosial, untuk tenang.
Polisi Israel telah mengambil tindakan terhadap beberapa warga dengan alasan telah mengancam Bennett sebelumnya.