30 Juli 2026•Update: 30 Juli 2026
Tingkat persetujuan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump turun ke level terendah sejak ia menjabat, sementara mayoritas warga Amerika Serikat menyatakan menolak aksi militer negaranya terhadap Iran, menurut jajak pendapat terbaru Quinnipiac University yang dirilis pada Rabu.
Survei tersebut menunjukkan hanya 32 persen pemilih terdaftar yang menyatakan menyetujui kinerja Trump sebagai presiden, sedangkan 58 persen menyatakan tidak setuju.
Sebanyak 60 persen responden mengatakan menolak aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran, sementara 34 persen mendukungnya.
Penolakan paling tinggi berasal dari pemilih Partai Demokrat sebesar 89 persen dan pemilih independen sebesar 69 persen. Sebaliknya, 74 persen pemilih Partai Republik mendukung aksi militer terhadap Iran.
Survei itu juga menunjukkan 74 persen responden menolak pengiriman pasukan darat Amerika Serikat ke Iran, sementara hanya 19 persen yang mendukung langkah tersebut.
Lebih dari separuh responden, atau 55 persen, memperkirakan aksi militer akan berlangsung sekitar satu tahun atau lebih, sedangkan 35 persen memperkirakan konflik akan berlanjut lebih dari satu tahun.
Sebanyak 54 persen responden menilai Amerika Serikat tidak sedang memenangkan perang melawan Iran, sementara 36 persen berpendapat sebaliknya.
Penilaian publik terhadap Trump juga negatif dalam sejumlah bidang lain, termasuk ekonomi, kebijakan luar negeri, perdagangan, dan imigrasi.
Hanya 34 persen responden yang menyetujui penanganan ekonomi oleh Trump, sedangkan 62 persen tidak menyetujuinya.
Sementara itu, 59 persen responden mengatakan kondisi ekonomi semakin memburuk, dan 49 persen menyatakan kondisi keuangan mereka lebih buruk dibandingkan setahun lalu.
Dalam isu imigrasi, 40 persen responden menyetujui kebijakan Trump, sedangkan 57 persen menyatakan tidak setuju.
Survei tersebut melibatkan 963 pemilih terdaftar di seluruh Amerika Serikat dan dilakukan pada 23-27 Juli.