Muhammad Enes Calli
01 September 2023•Update: 05 September 2023
ISTANBUL
Pentagon pada Kamis mengatakan bahwa “Wagner Group”, kelompok paramiliter Rusia, pada dasarnya telah berakhir” setelah pemimpinnya Yevgeny Prigozhin tewas dalam kecelakaan pesawat pekan lalu.
“Saya pikir masalah yang lebih besar adalah Wagner Group pada dasarnya sudah berakhir,” kata juru bicara Pentagon Brigjen Patrick Ryder saat konferensi pers ketika ditanya apakah dia yakin kesepakatan senjata antara Wagner dan Korea Utara sudah berakhir.
“Saya pikir cukup aman untuk mengatakan tidak banyak negosiasi yang terjadi di sana,” kata dia kepada wartawan.
"Tetapi sekali lagi, masalah yang lebih luas di sini adalah pemerintah Rusia, tempat Wagner bekerja, dalam mendukung operasi di Ukraina," lanjut dia.
Pada satu titik, kata Ryder, Wagner Group adalah kekuatan tempur paling kuat yang dimiliki Rusia di Ukraina, namun mereka kini telah menghilang dari medan perang.
“Jadi isu yang lebih luas di sini adalah Rusia mencari rezim jahat, termasuk Iran, berupaya mendapatkan amunisi atau senjata tambahan,” ujar dia.
Pekan lalu, sebuah pesawat Embraer-135 jatuh di dekat desa Kuzhenkino di wilayah Tver Rusia saat terbang dari Moskow ke St. Petersburg, menewaskan 10 orang di dalamnya, termasuk Prigozhin.
Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsiya) kemudian merilis daftar nama-nama korban kecelakaan tersebut, termasuk salah satu pendiri Wagner Dmitry Utkin dan karyawan Wagner lainnya.
Komite Investigasi Rusia pada Minggu mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan identifikasi genetik dari mereka yang tewas dalam kecelakaan jet itu, dan membenarkan bahwa daftar yang diterbitkan oleh Rosaviatsiya adalah benar.