Diyar Guldogan
01 September 2023•Update: 04 September 2023
ANKARA
Turkiye melancarkan operasi udara terhadap sasaran di wilayah Qandil dan Asos di utara Irak pada Jumat pagi untuk membasmi para teroris, kata Kementerian Pertahanan negara itu.
Operasi tersebut dilakukan untuk “melumpuhkan anggota kelompok PKK/KCK-PYD/YPG dan elemen teroris lainnya, untuk mengantisipasi serangan teroris terhadap rakyat dan pasukan keamanan kami dari wilayah utara Irak, dan menjamin keamanan perbatasan serta menghancurkan sumber terorisme," kata kementerian Turkiye dalam sebuah pernyataan.
“Sejalan dengan hak pertahanan diri kami dalam Pasal 51 Piagam PBB, kami melakukan operasi udara pada 1 September pukul 00.30 waktu setempat (21.30GMT) di wilayah di Qandil dan Asos di utara Irak yang digunakan sebagai pangkalan oleh teroris," tambah kemhan Turkiye.
Sebanyak 16 gua, empat shelter, dan dua gudang material yang digunakan teroris telah dihancurkan oleh pasukan Turkiye.
“Banyak teroris berhasil dilumpuhkan dan kehadiran organisasi teroris di wilayah tersebut mendapat pukulan telak,” imbuh kementerian tersebut.
Turkiye dengan tegas akan terus berperang melawan teroris yang mengancam keamanan negara, tambah pernyataan dari otoritas negara itu.
Menjelang operasi tersebut, Ankara mengatakan perhatian dan kepekaan sepenuhnya diberikan pada keselamatan jiwa dan harta benda penduduk sipil serta perlindungan aset sejarah, agama dan budaya, serta lingkungan sekitarnya.
Turkiye meluncurkan Operasi Claw-Lock pada April 2022 untuk menargetkan tempat persembunyian kelompok teror PKK di wilayah Metina, Zap, dan Avasin-Basyan di Irak utara, yang terletak dekat perbatasan Turkiye.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turkiye, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, AS, dan UE – bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk perempuan, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang teroris PKK di Suriah.