Maria Elisa Hospita
21 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Amerika Serikat menyatakan akan mulai menjalin kerja sama dengan Turki dengan "lembaran baru" agar kedua negara dapat mencapai tujuan bersama, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert, Selasa.
Dalam konferensi pers mengenai hasil pertemuan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu di Ankara pekan lalu, Nauert mengatakan bahwa Tillerson dan Erdogan mengakui bahwa negaranya kurang menjalin kerja sama yang baik dalam beberapa tahun terakhir.
"Sebagai mitra dan sekutu NATO yang sama-sama memiliki minat dan tujuan bersama untuk mengalahkan ISIS [Daesh], kami akan mulai menjalin kerja sama yang lebih baik sehingga kami dapat mencapai tujuan bersama tersebut," jelas Nauert.
Mengenai operasi kontrateror Turki di Suriah yang sedang berlangsung, Nauert menegaskan bahwa AS tidak membantu pihak manapun di Afrin, dan pasukan AS tidak beroperasi di sana.
"Jadi apa yang kami ketahui tentang operasi Afrin sangat terbatas," tegas dia.
Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk mengusir teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin.
Staf Militer Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, juga untuk melindungi rakyat Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga mengatakan, sasaran satu-satunya operasi ini adalah teroris, dan keselamatan penduduk sipil menjadi prioritas utama.