Pentagon copot tiga jenderal sekaligus, termasuk kepala staf Angkatan Darat AS
Menhan AS Pete Hegseth meminta Jenderal Randy George mundur karena ingin menempatkan seseorang yang akan menerapkan visi Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat AS
WASHINGTON
Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy A. George dicopot dari jabatannya dan dipensiunkan secara mendadak, menyusul permintaan Menteri Pertahanan Pete Hegseth agar jenderal bintang empat itu segera mundur.
Pentagon pada Kamis (3/4) mengumumkan bahwa George akan pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat AS ke-41 "berlaku segera." Dalam pernyataan singkatnya, Departemen Pertahanan menyampaikan penghargaan atas pengabdian panjang George.
"Departemen berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama beberapa dekade kepada bangsa kita. Kami mendoakan yang terbaik baginya dalam masa pensiun," kata juru bicara Pentagon Sean Parnell.
Sebelumnya, CBS News melaporkan bahwa Hegseth meminta George mundur dan segera pensiun. Mengutip sumber-sumber yang mengetahui keputusan tersebut, laporan itu menyebutkan bahwa Hegseth menginginkan seseorang yang akan menerapkan visi Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat AS.
George pernah menjabat sebagai asisten militer senior bagi Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada 2021-2022 di era pemerintahan Biden. Ia resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 21 September 2023. Jabatan kepala staf angkatan darat biasanya diemban selama empat tahun.
Selain George, tiga pejabat AS menyebutkan bahwa Hegseth juga memecat dua jenderal lainnya pada hari yang sama, yakni Mayor Jenderal William Green Jr., kepala pendeta Angkatan Darat, serta Jenderal David Hodne yang memimpin Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat.
Green, seorang pendeta yang telah ditahbiskan, mengawasi Korps Pendeta Angkatan Darat dan memberikan saran kepada pimpinan senior tentang isu-isu keagamaan, moral, dan semangat pasukan. Ia merupakan pemimpin keagamaan tertinggi di Angkatan Darat, bukan komandan tempur.
Hodne adalah perwira infanteri berpengalaman tempur yang sebelumnya menjabat sebagai komandan jenderal Divisi Infanteri ke-4, salah satu satuan tempur utama Angkatan Darat AS. Ia pernah bertugas dalam berbagai penugasan operasional termasuk di Irak dan Afghanistan, serta terlibat dalam upaya pembentukan kesiapan tempur, transformasi, dan modernisasi pasukan.
Kedua posisi tersebut mewakili bagian yang berbeda dari struktur kepemimpinan Angkatan Darat: Green berfokus pada moral, etika, dan dukungan keagamaan, sementara Hodne bertanggung jawab atas kesiapan tempur, transformasi, dan modernisasi. Pemecatan keduanya mengindikasikan perubahan tidak hanya pada kepemimpinan operasional, tetapi juga pada lapisan kepemimpinan institusional dan kultural Angkatan Darat.
Hegseth telah memecat sejumlah pejabat militer sejak Trump kembali menjabat. Tahun lalu, ia mencopot Letnan Jenderal Angkatan Udara Jeffrey Kruse yang memimpin Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, setelah sebuah penilaian awal Juni menyimpulkan bahwa serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran lebih terbatas dari klaim Trump.
Sebelumnya, Hegseth juga memecat Wakil Laksamana Angkatan Laut Shoshana Chatfield, perwakilan militer AS di komite militer NATO, dengan Parnell menyebut alasan "hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinannya."
Pemecatan lain yang dilakukan Hegseth mencakup Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal CQ Brown Jr., Jenderal Angkatan Udara Timothy Haugh selaku komandan Komando Siber AS dan direktur Badan Keamanan Nasional (NSA), serta Laksamana Komandan Penjaga Pantai Linda Fagan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
