Pizaro Gozali İdrus
23 Oktober 2018•Update: 24 Oktober 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Pidato Presiden Recep Tayyip Erdogan sangat tegas dalam menyikapi kasus kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, kata pengamat Timur Tengah.
Direktur Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah UI Yon Machmudi menilai Erdogan tidak ingin ada sesuatu yang ditutup-tutupi dalam kasus kematian Kashoggi.
Yon mengataka Arab Saudi mencoba mereduksi kasus ini pada kesalahan di level intelijen, bukan atas instruksi kerajaan.
Sedangkan Turki ingin kasus ini dibuka secara transparan dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab dalam masalah ini.
“Turki ingin terang benderang,” kata Yon saat dihubungi Anadolu Agency pada Selasa.
Yon mengatakan Arab Saudi harus menjadikan momentum ini untuk melakukan reformasi politik seiring reformasi ekonomi dan budaya yang sudah dijalankan.
“Pihak kerajaan harus terbuka atas kritik yang ada. Tidak ada salahnya mengakui kesalahan yang telah dilakukan,” ujar Yon.
Yon juga meminta agar Arab Saudi melakukan investigasi secara komperhensif untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam kasus Khashoggi.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pidato di Ankara pada Selasa untuk membeberkan kasus tewasnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.
Erdogan menegaskan semua informasi dan bukti yang telah terungkap sampai sekarang menunjukkan Khashoggi adalah korban pembunuhan brutal.
“Konvensi Wina tidak mengizinkan pembunuhan 'brutal' seperti itu terjadi di gedung konsulat,” terang Erdogan.
Erdogan menyoroti kontradiksi pemerintah Arab Saudi dalam kasus ini. Awalnya, kata Erdogan, Saudi mengatakan Khashoggi meninggal karena perkelahian.
Namun Saudi menangkap 18 orang yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Ada kecurigaan bahwa ini pembunuhan bukan perkelahian,” kata Erdogan.