Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Juni 2020•Update: 17 Juni 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Pengadilan Kota Moskow pada pada Senin memvonis mantan marinir Amerika Serikat Paul Whelan bersalah atas tuduhan spionase dan menjatuhkan hukuman kurungan 16 tahun dalam penjara dengan keamanan tinggi
Hukuman itu sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 18 tahun.
Whelan bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan mengatakan akan mengajukan banding terhadap vonis tersebut.
Paul Whelan ditahan di Moskow oleh Dinas Keamanan Federal Rusia pada Desember 2018 karena atas tuduhan memata-matai.
Dia menegaskan bahwa dia tidak bersalah, mengklaim bahwa dia dijebak setelah oleh warga negara Rusia tidak dikenal yang memberinya memori USB berisi gambar perjalanan wisata, padahal kenyataannya memori itu memuat daftar karyawan badan keamanan rahasia.
Whelan mengatakan bahwa kehadirannya di Rusia adalah untuk menghadiri pernikahan seorang mantan anggota marinir.
Dia mengklaim akan membantu anggota keluarga mempelai pria pada kunjungan pertama mereka ke Rusia, yang sering dikunjunginya sejak 2007.
Kasus ini menimbulkan spekulasi bahwa Rusia menahan Whelan dengan maksud untuk menukar dia dengan pilot Rusia Konstantin Yaroshenko, yang dipenjara di AS atas tuduhan penyelundupan narkoba.
Namun, hal ini dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, yang mengatakan penangkapan Whelan karena memata-matai tidak diperdebatkan oleh AS dalam kontak kerja.
Menurut data yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada 2019, sekitar 22 warga negara AS dipenjara di Rusia karena kejahatan, termasuk penipuan, penyelundupan narkoba, perampokan dan pemerkosaan.