Maria Elisa Hospita
25 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Para pemimpin politik dan agama Afghanistan optimistis bahwa hasil dari perundingan damai yang sedang berlangsung antara Taliban dan Amerika Serikat akan bermanfaat.
Mohammad Karim Khalili, kepala Dewan Perdamaian Tinggi Afghanistan, menyatakan puas dengan kemajuan yang dibuat selama perundingan.
Khalili telah berkumpul bersama para pejabat senior Afghanistan pada Sabtu di Kota Bhurban, dekat ibu kota Pakistan, Islamabad, untuk serangkaian pertemuan dengan pejabat pemerintahan Pakistan.
"Saya sangat berharap agar perundingan ini akan membuka jalan bagi perdamaian di negara kita. Sejauh ini kedua belah pihak telah membuat kemajuan yang baik," kata Khalili.
"Semua pemimpin Afghanistan sepakat untuk duduk bersama dengan Taliban dan menyusun strategi masa depan negara kita demi mewujudkan perdamaian berkelanjutan," tambah dia.
Perundingan damai putaran ke-7 antara Taliban dan AS akan dimulai pada 29 Juni di Doha, Qatar.
Dia menegaskan bahwa Turki dapat memainkan peran penting dalam memulihkan perdamaian di Afghanistan.
"Turki adalah negara yang sangat penting di dunia Islam dan peran Turki sangat penting bagi kami," ujar Khalili.
Pir Hamid Gilani, pemimpin Front Islam Nasional Afghanistan, mengatakan ada konsensus antara kepemimpinan Afghanistan "untuk bekerja sama demi perdamaian".
Menurut dia, Presiden AS Donald Trump juga memiliki niat tulus dalam mengakhiri perang di Afghanistan dan menarik pasukannya.
Sementara itu, Anwar-ul-Haq Hadi, mantan menteri keuangan Afghanistan, mengatakan Washington seharusnya tak menarik pasukannya dari Afghanistan tanpa kesepakatan damai.
Setelah berperang selama 17 tahun di Afghanistan, AS sedang mencari solusi damai dengan negara itu, sebagian besar dengan melibatkan Taliban dalam perundingan.