Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin memperpanjang sanksi pembalasan terhadap Uni Eropa (UE) hingga akhir 2020.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis secara online pada Senin, Rusia tidak mengubah daftar barang impor terlarang dari Uni Eropa.
Sementara itu, Putin mengizinkan kendaraan tertutup yang mengangkut produk-produk tersebut untuk transit di wilayah negara itu dengan syarat dapat dilacak oleh sistem navigasi global Rusia, GLONASS.
Uni Eropa pertama kali sepakat untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia pada 2014 sebagai tanggapan atas peran negara itu dalam konflik Ukraina.
Ukraina telah dilanda konflik sejak Maret 2014, setelah aneksasi Krimea oleh Rusia menyusul referendum kemerdekaan yang ilegal.
Majelis Umum PBB menyatakan pencaplokan Rusia sebagai tindakan melanggar hukum.
Aneksasi Rusia memicu kekuatan Barat, termasuk Amerika Serikat, untuk menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Bersama dengan Majelis Umum PBB, AS, UE dan Turki tidak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.