Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 April 2019•Update: 19 April 2019
Abdel Razek Abdallah dan Hamdi Yıldız
ALJIR
Seorang pejabat senior Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya meminta Aljazair untuk membantunya melawan komandan militer pemberontak Khalifa Haftar.
"Kami berharap Aljazair menunjukkan kehadiran yang kuat untuk penyelesaian krisis Libya," kata Ahmed Maiteeq, wakil ketua Dewan Presiden GNA, kepada televisi yang dikelola pemerintah Aljazair, setelah pertemuan dengan presiden sementara Aljazair Abdelkader Bensalah di ibu kota Aljir, Kamis.
"Kami tahu bahwa Aljazair memihak rakyat Libya dan mendukung tuntutan rakyat Libya untuk pembentukan negara sipil, konstitusi baru dan mengadakan pemilihan demokratis," ujar Maiteeq.
Merujuk pada perbatasan panjang dan hubungan historis penting antara kedua negara, Maiteeq menambahkan bahwa keamanan Aljazair adalah keamanan Libya.
Setelah dua minggu pertempuran di sekitar Tripoli yang menewaskan banyak orang, pasukan Haftar, yang berafiliasi dengan pemerintah saingannya di Libya timur, sejauh ini gagal mengepung ibukota.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.