Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 April 2019•Update: 19 April 2019
Rhany Chairunissa Rufinaldo
JAKARTA
Departemen Luar Negeri (DFA) Filipina pada Kamis mengatakan pihaknya telah memulai proses evakuasi warga Filipina dari Tripoli, menyusul meningkatnya pertempuran di pinggiran ibu kota Libya itu, lansir Phillstar.
“Gelombang pertama yang terdiri dari tujuh warga Filipina — tiga pekerja rumah sakit dan empat siswa — dievakuasi oleh Kedutaan Besar Filipina pagi ini ke Tunisia di mana mereka akan dipulangkan ke Filipina,” kata DFA dalam sebuah pernyataan.
Pemulangan itu terjadi setelah departemen Luar Negeri menaikkan tingkat siaga di Libya ke Tingkat III, yang berarti repatriasi sukarela.
Menurut media itu, biaya pemulangan keempat siswa ditanggung oleh DFA, sementara Asosiasi Kesejahteraan Pekerja Luar Negeri akan membayar tiket pesawat untuk tiga karyawan rumah sakit.
"Kedutaan dibantu oleh tim augmentasi dari Kantor Urusan Pekerja Migran yang ditempatkan di Tripoli dan Tunis, yang dipimpin oleh Direktur Eksekutif Enrico Fos dan Direktur Iric Arribas," tulis pernyataan itu.
Staf Kuasa Usaha Elmer Cato menambahkan bahwa ada lebih dari 13 warga Filipina yang juga akan dievakuasi ke Tunis dalam beberapa hari mendatang.
Namun, Cato mengatakan meskipun kedutaan telah meyakinkan mereka untuk pulang, sejauh ini, hanya 20 dari sekitar 1.000 warga Filipina di ibu kota Libya yang telah meminta pemulangan.
Departemen Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan pekan lalu mengatakan bahwa mereka akan mengeluarkan larangan penempatan pekerja Filipina ke Libya setelah menerima pemberitahuan resmi dari DFA.