Muhammad Abdullah Azzam
30 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Enes Canlı
ANKARA
Pasukan dari Sudan yang dikerahkan oleh Uni Emirat Arab (UEA) untuk berperang di barisan pasukan Khalifa Hafar untuk menduduki Tripoli telah tiba di wilayah timur Libya.
Radio Dabanga di Sudan melaporkan bedasarkan informasi sumber diplomatik, para pejuang dari Pasukan Dukungan Cepat militer Sudan yang mendukung Komandan Haftar telah mencapai wilayah Oil Crescent yang berada di antara Tripoli dan Benghazi.
Laporan itu menyebut sudah seribu pasukan telah tiba di sana dan rencananya sekitar empat ribu pejuang akan dikerahkan ke Libya dalam beberapa bulan mendatang.
Di sisi lain, kantor berita yang berbasis di Qatar Al Jazeera juga melansir berita tentang bagaimana UEA mengangkut pejuang Sudan ke zona konflik di Yaman dan Libya melalui Eritrea.
Para pejuang dari negara-negara seperti Niger dan Chad dilatih oleh UEA di Eritrea dan kemudian diarahkan ke zona konflik.
UEA sebuah negara Teluk kecil yang mencoba merancang negara-negara di kawasan itu dengan pendapatan minyaknya.
Negara tersebut mengadopsi langkah-langkah berbahaya yang memperdalam konflik di kawasan itu.
Sejak awal April, Haftar dan pasukannya meluncurkan kampanye untuk mengambil alih Tripoli dari GNA.
Namun, mereka tetap gagal mencapai tujuan utama mereka, meskipun sudah menduduki beberapa kota strategis di sekitarnya.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan kematian Presiden Muammar Gaddafi yang telah lebih dari empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik di negara itu telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing, satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli.