Pızaro Gozalı Idrus
04 Februari 2020•Update: 04 Februari 2020
Abdullah Ahmed
SANAA
Pejabat Yaman menuduh Uni Emirat Arab (UEA) terlibat mendukung pemberontakan militer terhadap pihak otoritas di pulau strategis Socotra.
Gubernur Socotra Ramzi Mahrous juga menuduh UEA mendukung pasukan separatis Dewan Transisi Selatan (STC).
Dalam sebuah pernyataan di Facebook, Mahrous mengaku terkejut dengan pengumuman Brigade Penjaga Pantai dari Brigade Marinir 1 yang memberontak terhadap Presiden Yaman Mansur Abdrabbuh Hadi dan bergabung dengan milisi dewan transisi.
Dia mengatakan "langkah itu adalah preseden berbahaya" yang dilakukan oleh STC dengan "dukungan nyata dari Emirat."
Yaman, kata Mahrous, tidak akan berdiam diri dengan tindakan yang disebutnya "keterlaluan dan memicu perselisihan dan perpecahan.”
Meskipun UEA menarik pasukannya dari Aden sebagai bagian kesepakatan dengan Arab Saudi, ada peningkatan ketegangan di Socotra.
UEA adalah bagian dari koalisi Saudi yang meluncurkan serangan udara besar-besaran sejak 2015 untuk melawan pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.
Houthi telah menguasai sebagian besar Yaman, termasuk ibukota Sanaa, setahun sebelumnya.
Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman tewas dan terluka dalam konflik, sementara 14 juta lainnya terancam kelaparan, kata PBB.
* Bassel Ibrahim berkontribusi dari Ankara