Muhammad Nazarudin Latief
26 April 2020•Update: 26 April 2020
Baris Seckin
ROMA
Seorang pedagang senjata asal Malta didakwa melanggar sanksi Uni Eropa atas Libya, media lokal melaporkan Sabtu.
James Fenech, 41, diduga menggunakan dua kendaraan kelas militer untuk mengangkut kontraktor swasta dari Libya yang dilanda perang tanpa memberi tahu pihak berwenang, menurut surat kabar Times of Malta.
Fenech dan empat pria lainnya didakwa di pengadilan di Valletta, dia dituduh memiliki perjanjian dengan perusahaan UEA untuk mengangkut personel masuk-keluar dari Libya.
"Sebuah kapal misterius yang terdaftar di Malta ditemukan di pelabuhan Zwetina, Libya, sekitar 150 kilometer di selatan Benghazi, Agustus lalu,” ujar surat kabar itu.
“Hal itu telah menimbulkan kecurigaan bahwa kapal itu digunakan untuk menyelundupkan orang ke dalam dan ke luar negeri, membuat pemerintah Libya memulai penyelidikan."
Penyelidikan juga mencari kemungkinan pencucian uang, kata polisi, Sabtu, dan permintaan membekukan aset-aset yang terkait dengan Fenech juga sudah diterima oleh pengadilan.
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang akui PBB telah diserang oleh pasukan Jenderal Khalifa Haftar sejak April lalu, dengan lebih dari 1.000 orang tewas dalam pertempuran kedua kelompok.
GNA mengumumkan pada 13 April pasukannya berhasil mendesak milisi Haftar dari setidaknya delapan provinsi, membersihkan area 3.000 kilometer persegi dari pasukan tersebut.
Sejak penggulingan penguasa lama Muammar Khadafi pada 2011, dua kekuasaan muncul di Libya: Haftar di Libya timur - didukung oleh Mesir dan UEA - dan GNA di Tripoli.