Muhammad Abdullah Azzam
24 Mei 2019•Update: 26 Mei 2019
Betül Yürük
NEW YORK
Tim penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kejahatan yang dilakukan oleh organisasi teroris Daesh, berhasil menemukan 12 kuburan massal di Irak.
Tim penyelidik PBB itu melakukan penelitian di Irak sejak Oktober 2018 dan didukung oleh pakar intelijen dari Turki, Swedia, Jerman dan Arab Saudi.
Dalam laporan kedua yang diserahkan kepada Dewan Keamanan PBB, tim penyelidik membeberkan kejahatan yang dilakukan Daesh dalam tiga sub judul, "Serangan terhadap Yazidi pada 2014”, "kejahatan di Mosul pada 2016" dan "Tentara Irak yang dieksekusi di Tikrit pada 2014".
Laporan tersebut menyebut pihak penyidik telah mengambil bukti forensik fisik dan biologis dari 12 kuburan massal di Irak itu. Selain itu mereka telah melakukan wawancara kepada para kerabat korban kekerasan Daesh.
Tim PBB tersebut mengatakan dalam laporannya bahwa mereka siap berbagi bukti yang terkumpul kepada negara-negara dan pengadilan untuk meminta pertanggungjawaban kepada pihak terkait atas genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.