Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 September 2018•Update: 19 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Utusan senior PBB di Afghanistan menyerukan kepada para aktor dan lembaga politik negara untuk berusaha mengamankan pemilu yang adil.
Tadamichi Yamamoto, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan, memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di negara yang dilanda perang itu Senin, mengatakan bahwa kunci untuk perdamaian dan keamanan adalah melalui pemilihan yang adil dan aman.
"Saya mendesak semua aktor dan institusi politik untuk melakukan tugas mereka dan bertindak secara bertanggung jawab dan untuk memikirkan rakyat Afghanistan, mengingat masa lalu negara itu," kata Yamamoto, yang juga kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA).
Afghanistan dijadwalkan untuk mengadakan pemilihan parlemen pada 20 Oktober, yang telah ditunda dua kali dalam satu tahun terakhir.
Komisi Pemilihan Independen (IEC) Afghanistan, yang akan menyelenggarakan pemungutan suara, sedang menghadapi tekanan dari masyarakat internasional untuk memulihkan kepercayaan di antara rakyat Afghanistan dalam proses pemilihan.
Anggota parlemen Afghanistan dianggap korup, dan orang-orang takut jika tidak akan ada perbedaan pada parlemen berikutnya. Sementara itu, meskipun pemilih potensial harus mengunjungi pusat pendaftaran dan mendapatkan stiker khusus pada kartu identitas mereks, ada tuduhan bahwa telah terjadi penipuan pemilih besar-besaran di mana kartu identitas dipalsukan dan stiker disalahgunakan.
Yamamoto juga mengkritik pendukung koalisi politik di negara itu karena menghalangi komisi pemilihan provinsi, mengatakan bahwa perlindungan tambahan dibutuhkan sebelum pemilihan bisa dilaksanakan.
"Tindakan-tindakan ini menghambat kerja IEC dan membahayakan penyelenggaraan pemilu yang tepat waktu," kata Yamamoto.
"Pada titik kritis ini, Komisi Pemilihan Independen, sebagai lembaga utama dalam pemilihan umum, diharapkan dapat melaksanakan fungsinya dengan tingkat integritas dan profesionalisme tertinggi serta dengan pertanggungjawaban penuh kepada rakyat Afghanistan."