Chandni
27 Februari 2018•Update: 27 Februari 2018
Emre Aytekin
ANKARA
Kelompok Taliban di Afghanistan pada Senin mengajak Amerika Serikat (AS) untuk berdialog guna mencari "solusi yang damai."
Lewat sebuah pernyataan tertulis, Taliban mengutip pernyataan Alice Wells, wakil sekretaris Departemen Luar Negeri AS untuk Asia Selatan dan Tengah, yang mengatakan AS "tetap membuka pintu dialog dengan Taliban."
"Kantor Politik Emirat Islami Afghanistan [Taliban] meminta pejabat AS untuk perbincangan langsung untuk mencari solusi perdamaian bagi masalah Afghanistan," bunyi pernyataan Taliban.
Mereka juga mendorong AS agar menerima "tuntutan-tuntutan warga Afghanistan" dan menyampaikan kekhawatiran AS kepada Taliban dengan damai.
Taliban juga mengatakan perang yang mereka lakukan di Afghanistan bukan atas kemauan mereka, namun adalah sebuah keharusan.
"Untuk menghentikan itu, kami ingin resolusi perdamaian untuk Afghanistan," lanjut pernyataan mereka.
Isu-isu yang dihadapi Afghanistan, menurut Taliban, tidak bisa diatasi dengan "tindakan militer".
"Oleh karena itu, Amerika harus berfokus mencari solusi yang damai untuk Afghanistan dan bukan melalui perang. Strategi militer yang sudah berulang kali dicoba di Afghanistan selama 17 tahun terakhir hanya akan memperburuk suasana," terang Taliban.
Bulan lalu, kelompok teroris itu meledakkan bom mobil di depan Kementerian Dalam Negeri di Kabul yang membunuh 103 orang dan melukai 230 lainnya.
Setelah itu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan kesempatan perbincangan dengan Taliban sudah tertutup dan dia siap menghancurkan semua elemen terorisme di Afghanistan.