Maria Elisa Hospita
27 Februari 2018•Update: 27 Februari 2018
Viola Fahmy
KAIRO
Mesir akan menggelar pemilihan presiden (pilpres) di Semenanjung Sinai bulan depan, meskipun pergolakan masih meliputi wilayah tersebut.
Menurut juru bicara Komisi Pemilihan Umum Mahmoud al-Sherif, pilpres akan diadakan sesuai jadwal, yakni pada 26-28 Maret.
"Tindakan keamanan khusus akan diberlakukan selama pemungutan suara, terutama di Sinai utara," kata al-Sherif pada Senin.
Dia mengatakan bahwa yang menjadi prioritas utama komisi adalah para pemilih dan mereka yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pemungutan suara.
Dua kandidat untuk pilpres mendatang adalah Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan kandidat dari Partai Liberal Musa Mustafa Musa.
Sebulan jelang pemungutan suara, otoritas Mesir melancarkan operasi keamanan utama di Sinai melawan kelompok militan yang diyakini bertanggung jawab atas terjadinya serangkaian serangan di seluruh penjuru negeri.
Semenanjung Sinai masih menjadi poros pemberontakan militan sejak 2013, ketika tentara menggulingkan Mohamed Morsi - presiden terpilih pertama dan pemimpin Ikhwanul Muslimin - dalam sebuah kudeta militer.