18 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Meski Mosul telah bebas, perjalanan menuju kemenangan sepenuhnya atas Daesh masih dihadapkan dengan berbagai persoalan, kata Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Jan Kubis, di Irak, Senin.
“Pembebasan bersejarah Mosul seharusnya tidak menutupi fakta bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi,” kata Jan Kubis kepada Dewan Keamanan. “Kekalahan mutlak Daesh hanya bisa dipastikan melalui solusi-solusi inklusif, menangani keluhan, kebutuhan, dan aspirasi rakyat Irak.
Kubis mengatakan pemerintah “harus mengupayakan segala kemungkinan” untuk membangun keamanan dan martabat rakyatnya, sehingga memperkukuh kemenangan militer atas Daesh di kota terbesar kedua di Irak.
Sedangkan untuk referendum kemerdekaan 25 September dalam pemerintah regional Kurdistan di utara, Kubis mengatakan bahwa Baghdad dan Erbil perlu memulai perundingan mengenai isu-isu kritis, termasuk pendistribusian minyak dan pendapatan minyak, juga status sengketa batas wilayah, termasuk Kirkuk.
Mosul diduduki oleh Daesh yang menguasai wilayah luas di sepanjang utara dan barat Irak sejak 2014. Tentara Irak yang mendapat sokongan dari koalisi udara pimpinan Amerika Serikat telah melakukan perlawanan terhadap Daesh sejak Oktober untuk mengusirnya dari Mosul, kubu pertahanan terakhirnya di utara Irak.
Perdana Menteri Haidar al-Abadi secara resmi mendeklarasikan kemenangan di Mosul pada 10 Juli.