Servet Gunerigok
11 Februari 2022•Update: 12 Februari 2022
WASHINGTON
PBB mengatakan masih mengakui Abdul Hamid Dbeibeh sebagai Perdana Menteri Libya sementara meskipun Parlemen Libya pada Kamis memilih mantan Menteri Dalam Negeri Fathi Bashagha untuk menjadi perdana menteri baru negara itu.
Dbeibeh lolos tanpa cedera dari upaya pembunuhan Kamis pagi di ibu kota, Tripoli.
"Kami telah melihat laporan pers tentang pembunuhan itu, tetapi kami belum mendapat konfirmasi apa pun," kata Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam konferensi pers.
Dujarric mengatakan Penasihat Khusus Sekjen PBB untuk Libya Stephanie Williams "saat ini sedang terlibat dengan semua pihak untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang telah disepakati."
Sesi parlemen Libya terjadi sementara Dbeibeh bersumpah untuk melanjutkan jabatannya, mengikuti hasil negosiasi pada tahun 2020 di bawah Forum Dialog Politik intra-Libya, yang menetapkan masa pemerintahan transisi pada 18 bulan, diperpanjang hingga Juni.
Dbeibeh berjanji pada Rabu bahwa pemerintahnya akan terus bekerja untuk memastikan bahwa Libya tidak melalui "fase transisi baru" dan tidak akan membiarkan "kelas politik yang dominan di masa lalu berlanjut di tahun-tahun mendatang."