Firdevs Bulut Kartal
11 Agustus 2023•Update: 14 Agustus 2023
TORONTO
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis mengutuk pembunuhan seorang calon presiden di Ekuador, menurut sebuah pernyataan dari juru bicara PBB.
"Sekretaris Jenderal mengutuk keras pembunuhan calon presiden Ekuador, Fernando Villavicencio. Serangan semacam ini merupakan ancaman besar bagi demokrasi, dan mereka yang bertanggung jawab harus diadili," kata pernyataan itu.
Sekjen PBB menyampaikan solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Ekuador, terutama dengan keluarga Villavicencio.
Dalam pernyataan itu, Guterres membahas tentang pertemuannya dengan Presiden Guillermo Lasso pada 21 Juli, yang membicarakan soal memburuknya keamanan di Ekuador, dampak kejahatan terorganisir dan perlunya peningkatan upaya nasional dan internasional untuk melawannya.
PBB menyatakan siap untuk terus mendukung otoritas Ekuador untuk mengatasi aksi kekerasan sesuai dengan norma dan standar hak asasi manusia internasional.
Villavicencio ditembak mati pada Rabu saat meninggalkan tempat kampanye di ibu kota Quito.
Serangan itu terjadi pada pukul 18.20 (2320GMT) saat dia meninggalkan Sekolah Anderson.
Menurut hasil polling Villavicencio menempati posisi keempat di antara delapan kandidat yang bersaing untuk mengisi posisi yang akan ditinggalkan lebih awal oleh Lasso dalam pemilihan presiden pada 20 Agustus nanti.
Dia telah membangun kampanyenya seputar pemberantasan korupsi dan kejahatan terorganisir.