Baris Seckin
18 April 2022•Update: 19 April 2022
VATICAN CITY
Paus Fransiskus dalam pidato Minggu Paskahnya menyerukan perdamaian di seluruh dunia, terutama di Ukraina.
Setelah memimpin misa Minggu Paskah Katolik di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Paus melewati kerumunan umat untuk menyampaikan pidato tradisional 'Urbi et Orbi' (ke kota dan dunia) dari balkon.
"Mata kami juga tidak percaya pada perang Paskah ini. Kami telah melihat terlalu banyak darah, terlalu banyak kekerasan," katanya.
Mengacu “Perang Paskah” pada perang Rusia di Ukraina, paus menyerukan perdamaian dan mengakhiri penderitaan.
"Semoga ada perdamaian untuk Ukraina yang dilanda perang, yang begitu tersiksa dengan kekerasan dan penghancuran perang yang kejam dan tidak masuk akal," katanya.
Dia juga berharap para pemimpin dunia mendengar permintaan orang-orang untuk perdamaian di seluruh dunia.
'Biar ada keputusan untuk perdamaian'
"Di malam penderitaan dan kematian yang mengerikan ini, semoga fajar harapan baru segera muncul! Biarlah ada keputusan untuk perdamaian," pinta Paus.
Dia mengatakan hatinya bersama semua korban Ukraina, pengungsi, orang tua, dan keluarga.
"Saya melihat wajah anak-anak yatim piatu yang melarikan diri dari perang. Saat kita melihat mereka, kita tidak bisa tidak mendengar tangisan kesakitan mereka, bersama dengan semua anak-anak lain yang menderita di seluruh dunia kita," katanya.