Muhammad Abdullah Azzam
30 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Hussein Mahmoud Ragab Elkabany, Hamdi Yıldız
RIYADH
Koalisi Saudi telah menyetujui pertukaran tawanan dengan milisi Houthi, lapor kantor berita Arab Saudi SPA.
Dalam kesepakatannya, pasukan koalisi membebaskan tujuh anggota Houthi, sedangkan milisi Houthi membebaskan seorang pasukan yang tergabung dalam komando koalisi.
Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Kolonel Turki al-Maliki mengatakan tawanan Houthi itu berkewarganegaraan Arab Saudi, bernama Musa Awaji.
Awaji tiba di Pangkalan Udara Raja Salman di Riyadh pada Selasa malam.
Pihak koalisi tak memberikan informasi apa pun terkait jumlah dan asal negara tawanan yang berada di pihak Houthi di Yaman.
Al-Maliki menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk membebaskan tahanan pasukan koalisi di Yaman.
Al-Maliki menuturkan bahwa kondisi kesehatan tentara yang dibebaskan berada dalam kondisi tidak baik.
Perwakilan Khusus PBB untuk Yaman Martin Griffiths dan Organisasi Bulan Sabit Merah Internasional turut berkontribusi dalam pembebasan prajurit-prajurit pasukan koalisi.
Bulan lalu, pasukan pro-pemerintah dan pemberontak Houthi mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pemerintah Yaman di Stockholm, Swedia.
Selain itu, PBB bulan lalu juga telah mengirim “pengawas tak berseragam dan tak bersenjata” ke Al-Hudaydah untuk mengawasi gencatan senjata.
Menurut sumber-sumber diplomatik, tim pengawas kecil yang terdiri dari 16 orang kini masih terjebak di Al-Hudaydah karena "masalah keamanan".
PBB memimpin misi bantuan melalui pelabuhan untuk membantu kehidupan penduduk yang dilanda perang.
Yaman terjerumus ke dalam perang saudara pada 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah, termasuk ibu kota Sana'a, yang memaksa pemerintah berkuasa melarikan diri ke Arab Saudi.
Setahun kemudian, Arab Saudi dan bersama koalisinya meluncurkan kampanye udara besar-besaran yang bertujuan menggulingkan kekuatan militer Houthi.