Muhammad Abdullah Azzam
30 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di Suriah kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata pada perjanjian Sochi dengan menyerang wilayah pemukiman di selatan zona de-eskalasi Idlib.
Sebanyak 11 warga sipil tewas dan 25 lainnya terluka dalam serangan artileri dan roket ke daerah pemukiman sipil di provinsi Idlib.
Pasukan rezim Assad melancarkan serangan artileri secara bertubi-tubi ke desa Al-Tah dan desa Al Kissabiyyah dan distrik Ma'arat al-Nu'man di zona de-eskalasi Idlib.
Berbicara kepada Anadolu Agency, Direktur Badan Pertahanan Sipil White Helmets Mustafa Hajj Yusuf mengatakan pasukan rezim Assad mulai meningkatkan serangan dengan senjata berat sejak Selasa siang.
"Setidaknya 13 tembakan artileri dan roket yang diluncurkan ke daerah pedesaan di Ma'arat al-Nu'man, selatan Idlib menewaskan 11 warga sipil,” kata Hajj Yusuf.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.