Dunia

Pandemi Covid-19 memperburuk kondisi di Suriah

Program Pangan Dunia mengatakan krisis akibat penurunan ekonomi dan pandemi memperburuk situasi mengerikan pada pengungsi Suriah

Muhammad Abdullah Azzam   | 24.06.2020
Pandemi Covid-19 memperburuk kondisi di Suriah Anak-anak Suriah berada di sebuah kamp pengungsi tempat ribuan pengungsi Suriah berlindung karena serangan berkelanjutan pasukan Assad Rezim dan sekutunya, di Idlib, Suriah pada 19 Juni 2020. ( Bekir Kasim - Anadolu Agency ) ( Bekir Kasim - Anadolu Agency )

Geneve

Peter Kenny

JENEWA

Pandemi virus Covid-19 makin memperburuk keadaan di Suriah yang dilanda peperangan selama bertahun-tahun, kini keadaan itu menyebabkan ratusan ribu pengungsi sangat membutuhkan bantuan, ungkap Program Pangan Dunia pada Selasa.

"Sebagian besar dari mereka melarikan diri ke negara tetangga Turki, Lebanon, Yordania, Irak dan Mesir dan lima negara ini saja sudah menampung lebih dari 5,5 juta warga Suriah, kelompok pengungsi terbesar di dunia," kata Elisabeth Byrs, juru bicara Program Pangan Dunia atau WFP pada konferensi PBB di Jenewa.

Dia mengatakan dampak anjloknya ekonomi negara itu saat ini juga menambah beban para pengungsi yang juga berhadapan dengan risiko penularan virus korona.

"Covid-19 dan kemerosotan ekonomi mendorong ratusan ribu pengungsi Suriah di wilayah yang paling banyak membutuhkan bantuan," kata dia mencatat sebelum pandemi sebagian besar keluarga pengungsi hidup dalam kemiskinan ekstrim.

Jumlah pengungsi rentan yang tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan hidup di pengungsian telah meningkat secara dramatis akibat darurat kesehatan masyarakat.

Byrs mengatakan bahwa hilangnya pendapatan telah mempersulit keluarga-keluarga pengungsi dan banyak yang tidak mampu membayar sewa dan dipaksa untuk mengambil utang tambahan, mengurangi makanan dan obat-obatan.

WFP mengatakan pihaknya memberikan bantuan kepada 1,8 juta pengungsi dan komunitas yang menampung mereka, 1,2 juta di antaranya adalah pengungsi Suriah.

Bantuan WFP sebagian besar melalui transfer tunai, dan kartu e-food atau voucher, yang merupakan program voucher makanan kemanusiaan paling luas di dunia.

Pada 21 Juni, Badan Pengungsi PBB mengatakan bahwa Turki terus menjadi tuan rumah bagi pengungsi terbesar di dunia, karena jumlah orang yang berimigrasi secara paksa karena konflik, kekerasan, dan penganiayaan di seluruh dunia mencapai rekor tertinggi.

"Turki saat ini menampung sekitar 3,6 juta pengungsi Suriah yang terdaftar bersama dengan hampir 330.000 orang dari negara lain."

WFP mengatakan bahwa para pengungsi sangat rentan terhadap virus korona dan penyakit lain karena mobilitas geografis yang tinggi.

Selain itu mereka juga mengalami ketidakstabilan, hidup dalam kondisi yang terlalu penuh, kebersihan dan sanitasi yang tidak memadai, dan kurangnya akses pelayanan kesehatan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın