Maria Elisa Hospita
04 September 2019•Update: 05 September 2019
Qais Abu Samra
RAMALLAH, Palestina
Palestina mengecam rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke kota Hebron (Al-Khalil) di Tepi Barat yang diduduki.
"Kunjungan Netanyahu bersifat rasial dan kolonial," kata Kementerian Luar Negeri Palestina.
Menurut kementerian, kunjungan itu didasari rencana Israel untuk menguasai Kota Hebron, termasuk Masjid Ibrahimi.
Netanyahu berencana mengunjungi Al-Khalil - termasuk Masjid Ibrahimi - pada Rabu untuk menghadiri acara peringatan 90 tahun kerusuhan yang terjadi di kota itu, di mana 60 orang Yahudi terbunuh.
Al-Khalil adalah rumah bagi Masjid Ibrahimi yang disebut oleh orang-orang Yahudi sebagai "Gua Machpelah" atau "gua para leluhur" oleh media Barat karena diyakini sebagai lokasi makam para nabi, yakni Ibrahim, Ishak, dan Yakub.
Sementara itu, Kementerian Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina menyerukan kepada masyarakat dan organisasi internasional untuk "memikul tanggung jawab hukum dan moral terhadap penderitaan rakyat Palestina di Al-Khalil".
"Kunjungan itu adalah penghinaan berat yang bisa memicu perang agama dengan konsekuensi serius," tambah kementerian itu.
*Ditulis oleh Mahmoud Barakat