Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
RAMALLAH, Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Rabu menolak rencana politik AS yang disebut sebagai "Kesepakatan Abad ini".
Kesepakatan itu mengusulkan cara mengatasi konflik Palestina-Israel adalah dengan memaksa Palestina untuk membuat pengakuan, termasuk soal status kota Yerusalem Timur.
"Kami adalah yang pertama menentang kesepakatan Amerika ini dan kami akan terus melakukannya sampai kami menggagalkannya," kata Abbas pada pembukaan Dewan Pusat Pembebasan Palestina (PLO) di Ramallah.
Selain itu, Abbas mengatakan bahwa Hamas tidak punya niat untuk mencapai rekonsiliasi Palestina.
"Kami hanya akan menerima rekonsiliasi penuh," kata Abbas, menambahkan "Kami tidak akan menerima negara di dalam Gaza atau negara tanpa Gaza."
"Pada prinsipnya, Hamas tidak memiliki niat untuk rekonsiliasi. Ada beberapa yang tidak menginginkannya sementara yang lain berpikir itu adalah masalah kemanusiaan, seolah-olah penderitaan rakyat Gaza dimulai hari ini," kata Presiden.
Abbas juga menolak tindakan Israel yang memotong jumlah uang yang diberikan oleh Otoritas Palestina kepada keluarga para korban tewas dan tahanan dari dana pajak Palestina.
Hamas, yang telah menguasai blokade Jalur Gaza sejak 2007, bersama dengan Jihad Islam, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), dan Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP), semuanya memboikot pertemuan tersebut.
PLO adalah kelompok payung yang mencakup sebagian besar faksi politik Palestina, dengan pengecualian Hamas dan Jihad Islam, yang keduanya berkomitmen untuk kebijakan perlawanan bersenjata terhadap pendudukan Israel selama puluhan tahun.