Politik, Dunia

Palestina akan gelar pemilu nasional pertama dalam 14 tahun

Pemilihan parlemen ditetapkan pada 22 Mei, pemilihan presiden 31 Juli, dan pemilihan Dewan Nasional Palestina 31 Agustus

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 16.01.2021
Palestina akan gelar pemilu nasional pertama dalam 14 tahun Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) menandatangani dekrit untuk melakukan pemilihan parlemen, presiden, pada 22 Mei dan 31 Juli, setelah melakukan pertemuan dengan Ketua Komisi Pemilihan Pusat (CEC) Hanna Nasser, di Ramallah, Tepi Barat, pada 15 Januari 2021. (Palestinian Presidency / Handout - Anadolu Agency)

Ankara

Zehra Nur Duz, Merve Berker

ANKARA

Warga Palestina akan mengadakan pemilihan parlemen, presiden dan Dewan Nasional pada musim semi dan musim panas tahun ini di bawah dekrit yang ditandatangani Jumat oleh presiden Palestina.

Langkah itu mengakhiri periode 14 tahun tanpa pemungutan suara.

Pemilihan parlemen akan diadakan pada 22 Mei, pemilihan presiden pada 31 Juli dan pemilihan Dewan Nasional pada 31 Agustus.

Mahmoud Abbas mengadakan seremonial penandatanganan keputusan tersebut saat bertemu dengan Hanna Nasser, ketua Komisi Pemilihan Pusat (CEC), di markas besar presiden di Ramallah, Tepi Barat, kutip kantor berita resmi Palestina WAFA.

Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyambut baik pengumuman itu dalam sebuah pernyataan.

"Penting agar pemilihan ini berhasil dengan cara yang akan memastikan kepentingan rakyat Palestina, yang memiliki hak mutlak untuk memilih pemimpin dan perwakilan mereka," kata kelompok itu.

Hamas mengatakan bahwa lingkungan pemilu yang layak dan bebas harus disiapkan sehingga para pemilih dapat mengekspresikan keinginannya sendiri tanpa syarat dan tanpa tekanan apa pun.

Kelompok itu menekankan bahwa untuk membangun kembali sistem politik Palestina, menyepakati strategi nasional yang komprehensif melawan Israel dan mencapai semua itu, dialog nasional yang komprehensif di mana semua warga Palestina berpartisipasi tanpa kecuali harus dipercepat.

Dua kelompok Palestina Hamas dan Fatah terlibat perselisihan sejak Hamas merebut Jalur Gaza dari Fatah pada 2007.

Namun, September lalu mereka bertemu di Turki dan menyetujui pemilihan parlemen dan presiden.

Pada 31 Desember, pemimpin senior Hamas Ismail Haniyeh mengirimi Abbas surat resmi untuk mengakhiri perpecahan dan mengadakan pemilihan umum di wilayah Palestina.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın