Maria Elisa Hospita
17 Maret 2020•Update: 17 Maret 2020
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Dengan dikonfirmasinya 90 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam terakhir, jumlah pasien di Pakistan kini bertambah jadi 184 orang.
Menurut Kementerian Kesehatan Pakistan, kasus-kasus baru itu dilaporkan di timur laut Provinsi Punjab, barat laut Provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP), dan Provinsi Sindh Selatan.
"Total orang yang terinfeksi virus korona di Sindh mencapai 146 orang. Dari jumlah tersebut, 119 adalah Zaireen [peziarah] yang telantar di Sukkur, 26 di Khi [Karachi], dan 1 di Hyd [Hyderabad], " kata Murtaza Wahab, juru bicara pemerintah provinsi Sindh lewat cuitan.
Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh masuknya orang-orang dari Taaftaan baru-baru ini.
Taaftaan, adalah kota perbatasan di barat daya Provinsi Balochistan, tempat Pakistan mengkarantina ratusan orang yang kembali dari Iran.
Pejabat kesehatan mengungkapkan sebagian besar pasien baru baru saja kembali dari Iran, yang memiliki jumlah kasus dan angka kematian tertinggi setelah China dan Italia.
"[Lima belas] dari 19 orang yang datang ke KP dari Taftan telah dinyatakan positif mengidap virus korona," jelas Menteri Kesehatan Provinsi KP Taimur Khan Jhagra.
Sejak Senin, Islamabad menutup perbatasannya dengan Iran dan Afghanistan selama dua minggu sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.
Selain itu, semua sekolah dan universitas di seluruh penjuru negeri diliburkan selama tiga pekan.
Semua lembaga pendidikan di seluruh negeri telah ditutup selama tiga minggu.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada Desember lalu.
Wabah itu kemudian menyebar ke setidaknya 146 negara, sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah itu sebagai pandemi.
Dari 173.000 kasus yang dikonfirmasi, lebih dari 6.600 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 77.500 pasien sudah pulih.