Maria Elisa Hospita
31 Agustus 2018•Update: 01 September 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan bahwa dia akan mendesak Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk mengangkat masalah kontes kartun anti-Islam di Belanda ke PBB.
"Ini tidak hanya menyangkut satu negara Muslim, namun seluruh umat Muslim," kata dia, Kamis.
Pernyataan itu disampaikan saat anggota partai Tehreek-i-Labbaik Pakistan (TLP) bergerak menuju Islamabad untuk menggelar unjuk rasa menuntut pengusiran duta besar Belanda dari negara itu.
Menurut Khan, masalah itu tidak dapat diselesaikan dengan mengusir seorang duta besar, namun harus melalui aksi perlawanan bersama terhadap pimpinan partai Dutch Freedom, Geert Wilders, yang memprakarsai kontes kontroversial itu.
Delegasi pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi telah meminta para demonstran untuk mengakhiri aksi mereka.
PM Khan menambahkan bahwa kelompok minoritas di Barat dirugikan oleh tindakan Islamofobia dan anti-Islam.
"Ini adalah kesalahan kami bahwa kami gagal membuat mereka mengerti betapa pentingnya masalah ini. Nabi Muhammad hidup di hati kami," tambah dia.
Wilders, yang dikenal dengan sikap anti-Islamnya, pada Juni mengumumkan akan menggelar sebuah kontes untuk menggambar karikatur Nabi Muhammad.
Keputusan itu telah dikecam negara-negara Muslim, termasuk Pakistan, karena penggambaran fisik dari Allah atau Nabi Muhammad dilarang dalam Islam.