Shweta Desai
17 Desember 2021•Update: 20 Desember 2021
PARIS
Marcel Meys, yang berusia 112 tahun dan diyakini sebagai orang tertua di Prancis, meninggal dunia setelah tertular Covid-19.
Meys meninggal pada 15 Desember di sebuah rumah sakit di Vienne di tenggara Prancis.
Dia dirawat di rumah sakit dan diberi oksigen setelah kesehatannya memburuk di rumah, kata Nicole Boiron, putri satu-satunya Meys, kepada media.
Pemakaman Meys akan dilakukan pada 22 Desember, lapor harian Ouest.
Meys dilaporkan tidak divaksinasi dan tinggal sendirian di rumahnya di Saint-Romain-en-Gal, yang telah menjadi kediamannya sejak 1957.
Dia menjalani kehidupan yang bahagia, indah, dan bangga menjadi warga negara tertua, menurut keluarganya.
Berasal dari lembah Rhone, Meys lahir pada Juli 1909 dan melalui periode perang dunia dan Depresi Besar 1929.
Pada saat Perang Dunia II, dia bekerja sebagai paramedis dan menjalankan layanan taksi ambulans.
Dia mendukung gerakan perlawanan Prancis untuk melawan kolaborator rezim Vichy dengan mengangkut anggota yang terluka ke rumah sakit.
Dia melakoni pekerjaan ini sampai pensiun pada tahun 1967.
Secara tradisional, Prancis memberikan gelar "Dekan" kepada warga tertua yang masih hidup.
Meys mengambil alih gelar warga tertua dari Martiniquais Jules Theobald yang lahir pada 17 April 1909 dan meninggal Oktober lalu.
Jeanne Mayet, 110 tahun, dari departemen Puy-de-Dome di Rhone Alpes Auvergne sekarang diyakini sebagai penerus gelar Dekan dan orang tertua yang tinggal di Prancis, lapor harian Le Progres.