Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
07 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Cindi Cook
PARIS
Aksi mogok transportasi umum yang melumpuhkan Prancis memasuki pekan kelima dan pertemuan antara kedua belah pihak yang bertikai akan segera digelar dalam upaya untuk membuat negara bangkit dan berjalan kembali.
Presiden Emmanuel Macron berencana untuk bertemu dengan para pemimpin serikat dan buruh pada Selasa dalam upaya untuk menyelesaikan perselisihan mengenai sistem pensiun nasional dan mencapai kompromi.
Menanggapi rencana tersebut, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa kompromi tidak pernah sedekat ini.
Terlepas dari aksi protes dan kekacauan yang ditimbulkan para pekerja, hingga Senin, lalu lintas kereta api mulai membaik.
Menurut perusahaan kereta api milik negara SNCF, delapan dari 10 kereta berkecepatan tinggi sudah mulai berjalan, meskipun sejumlah stasiun metro tetap ditutup.
SNCF mengatakan jalur tertentu di Paris sudah dibuka, tetapi waktu layanan masih terbatas.
Kondektur dan operator loket tiket meninggalkan pekerjaan mereka pada 5 Desember sebagai protes atas usulan perbaikan sistem pensiun nasional Macron.
Aksi tersebut memasuki hari ke-34 pada Selasa dan telah menyebabkan gangguan besar di ibu kota negara itu.
Serikat buruh, seperti kelompok sayap kiri CGT, masih teguh menggelar aksi mereka selama liburan dan bahkan menyerukan peningkatan protes di Prancis pekan ini, seperti yang terjadi di depot minyak dan kilang.
Massa juga merencanakan aksi protes baru pada Kamis bersama dengan pekerja rumah sakit, guru dan pekerja sektor publik lainnya.
Para pekerja menentang pembiayaan sistem pensiun Prancis dan keinginan Macron untuk menaikkan usia pensiun menjadi 64 dari 62.
Ketakutan yang dihadapi serikat pekerja seperti CGT adalah bahwa bertambahnya usia akan menyebabkan pekerja bekerja lebih lama dengan tunjangan pensiun yang lebih rendah.
Dalam pidato Hari Tahun Baru, Macron mengatakan keinginan kuatnya untuk merampingkan sistem yang saat ini dikategorikan ke dalam 42 skema terpisah menjadi satu.
Dia juga berjanji bahwa sistem baru akan lebih adil dan berkelanjutan secara finansial.