Semra Orkan
04 Februari 2018•Update: 05 Februari 2018
Semra Orkan
ISTANBUL
Presiden Recep Tayyip Erdogan dan sejawatnya dari Prancis Emmanuel Macron mendiskusikan Operasi Ranting Zaitun yang dilakukan Turki ke wilayah barat laut Suriah, Afrin, melalui telepon, kata seorang sumber dari kepresidenan Turki pada Sabtu.
Menurut sumber tersebut, Erdogan dan Macron juga bertukar pandangan mereka soal hubungan bilateral dan hasil akhir Kongres Dialog Nasional Suriah yang digelar di kota Sochi, Rusia, pekan lalu.
Erdogan berbagi informasi soal Operasi Ranting Zaitun dan mengatakan kepada Macron tentang serangan roket dari organisasi PYD/PKK yang diluncurkan ke Provinsi Hatay dan Kilis di perbatasan Turki.
Dalam percakapan itu, Erdogan menegaskan Turki tidak menginginkan wilayah Suriah dan menambahkan jika operasi tersebut bertujuan untuk membersihkan teroris PYD/PKK, YPG, dan Daesh dari Afrin.
Para pemimpin negara juga setuju untuk terus mengikuti dengan dekat permasalahan regional, termasuk soal proses politik di Suriah.
Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari wilayah Afrin di barat laut Suriah.
Sejak permulaan operasi ini, PYD/PKK telah menyerang penduduk di wilayah perbatasan dan menewaskan setidaknya 7 orang dan melukai ratusan lainnya.
Menurut Staf Militer Turki, Operasi Ranting Zaitun bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, serta melindungi penduduk Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak-hak Turki, yang berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak-hak membela diri di bawah Piagam PBB, dengan menghormati integritas teritorial Suriah.