Chandni
14 Januari 2018•Update: 15 Januari 2018
Omer Aydin
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron berunding dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengimbau agar perjanjian nuklir Iran terus dicermati, kata Istana Elysee Prancis pada Sabtu.
Dalam pernyataan mereka, Istana Elysee mengatakan Marcon menekankan pentingnya menjaga perjanjian yang disepakati pada 2015 antara Iran dan negara-negara lain, termasuk AS. Dia mengimbau agar semua pihak "menghormati komitmen yang mereka setujui".
Presiden Prancis itu sebelumnya juga berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan memohon agar dia terus menepati kesepakatan Iran.
Pada Jumat, Trump memperpanjang kelonggaran sanksi terhadap Iran, namun dia mengatakan itu dilakukan untuk terakhir kalinya. Trump juga meminta agar sekutu-sekutnya di Eropa bekerja dengan Washington untuk memperbaiki "kesalahan-kesalahan besar" dalam kesepakatan nuklir itu.
Trump dalam pernyataannya mengatakan dia memperpanjang kelonggaran itu "hanya untuk memastikan rekan-rekan kami di Eropa setuju memperbaiki cacat-cacat yang ditemukan dalam kesepakatan nuklir Iran".
Dokumen penundaan sanksi yang ditandatangani Trump pada Jumat harus diterbitkan ulang setiap 120 hari, yang berarti AS menepati komitmen mereka yang disetujui dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) hingga musim semi mendatang.