Muhammad Abdullah Azzam
08 Februari 2018•Update: 09 Februari 2018
Tugcenur Yilmaz
ANKARA
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tak akan mengakui bahasa Corsica sebagai bahasa resmi.
Saat berkunjung ke Pulau Corsica, Macron menekankan bahwa pulau yang terletak di Laut Tengah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Prancis, menurut berita dari BBC.
Bertemu dengan perwakilan politik di pulau tersebut, Macron berjanji akan berinvestasi lebih banyak di wilayah Corsica dan akan memberikan wewenang lebih kepada pemerintah daerah.
Selain mengatakan tak akan mengakui bahasa Corsica sebagai bahasa resmi, Macron juga menolak permintaan masyarakat untuk mengeluarkan kebijakan yang mempersulit orang asing mendapatkan izin tinggal dan kepemilikan bangunan di wilayah tersebut.
Macron tak memberikan komentar terkait tahanan politik yang ditahan karena tuduhan terlibat dalam tindak kekerasan untuk pembebasan Corsica.
Di sisi lain, pemimpin pendukung otonomi Corsica, Gilles Simeoni, mengatakan bahwa Macron telah melewatkan kesempatan untuk mengembangkan hubungan baru dengan pulau tersebut.
Sebelum kunjungan Macron ke Pulau Corsica yang merupakan tempat kelahiran Napoleon Bonaparte, ribuan massa pro-separatis menyelenggarakan aksi demonstrasi menuntut penerapan demokrasi lebih di pulau tersebut.
Prancis telah menunjuk Jacqueline Gourault sebagai perwakilan khusus pemerintah untuk menjauhkan tuntutan kemerdekaan di pulau tersebut.