Hajer M'tiri
06 Maret 2018•Update: 06 Maret 2018
Hajer M'tiri
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin mendesak rekannya dari Rusia Vladimir Putin untuk menekan rezim Suriah untuk menerapkan "tanpa ambiguitas" resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di wilayah Ghouta Timur, Pakistan, yang terkepung.
Dalam sebuah percakapan telepon, Macron mengatakan kepada Putin bahwa desakan perlu dilakukan oleh Rusia untuk mengambil tindakan nyata dan konkret sehingga rezim Suriah – yang menjadi sekutu dekat Moskow – bisa dengan jelas menerima pelaksanaan Resolusi 2401 Dewan Keamanan PBB, dan segera menghentikan pemboman tanpa pandang bulu dan pengepungan terhadap warga sipil.
“Mengakui bahwa kelompok oposisi bersenjata telah menerima gencatan senjata kemanusiaan, dan ketidakcukupan jeda kemanusiaan lima jam yang diputuskan oleh Rusia, Presiden Emmanuel Macron menekankan bahwa konvoi kemanusiaan harus dapat menjangkau semua warga yang membutuhkan, tanpa hambatan dan tanpa penundaan lebih lanjut,” sebut keterangan resmi kantor kepresidenan Prancis tersebut.
Melihat bahwa tidak ada evakuasi orang-orang yang terluka dan sakit pada tahap ini yang diberi wewenang oleh rezim [Suriah], dan bahwa gencatan senjata tidak dihormati pemimpin Prancis tersebut meminta Rusia untuk bertanggung jawab dan menunjukkan kredibilitas penuh komitmennya.
Ghouta Timur, pinggiran kota Damaskus, telah dikepung selama lima tahun terakhir dan akses kemanusiaan ke daerah tersebut, yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 orang, telah benar-benar terputus.
Dalam delapan bulan terakhir, kekuatan rezim Assad telah mengintensifkan pengepungan Ghouta Timur, sehingga hampir tidak mungkin makanan atau obat masuk ke distrik tersebut dan membuat ribuan pasien memerlukan pengobatan.
Pada hari Jumat, Direktur Regional UNICEF di Timur Tengah dan Afrika Utara Geert Cappelaere mengatakan bahwa mereka telah mendapat persetujuan dari rezim Assad untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi 180ribu warga sipil yang terjebak di daerah tersebut.
Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah tanpa penundaan.
Meskipun resolusi gencatan senjata dilakukan PBB, , menurut badan pertahanan sipil White Helmets, sekitar 756 orang telah tewas dalam serangan rezim di wilayah yang terkepung dalam dua minggu terakhir ini.