25 September 2017•Update: 26 September 2017
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel memenangkan pemilu untuk ke-empat kalinya.
Namun Merkel harus menghadapi tantangan dari partai politik sayap kanan di parlemen, Minggu.
Stasiun televisi ARD mengatakan partai Merkel, CDU/CSU, mendapatkan 33 persen suara, turun dari 41,5 persen suara di pemilu 2013.
Walaupun unggul 13 persen dari partai Sosial Demokrat (SPD), partai konservatif Merkel gagal mendapatkan mayoritas di parlemen Bundestag Jerman.
Merkel mengatakan dia akan membangun pemerintahan koalisi yang stabil, dengan pilihan bergabung dengan SPD atau berkoalisi dengan FDP dan Partai Hijau. Kanselir Jerman itu memastikan dirinya tidak akan puas menjadi minoritas, saat negaranya menghadapi tantangan besar domestik maupun internasional.
Sementara itu, partai sayap kanan ekstrem Jerman Alternative for Germany (AfD), yang berpandangan anti-imigrasi dan anti-Islam selama kampanye pemilu, berhasil merebut kursi parlemen untuk pertama kalinya.
AfD memperoleh 13 persen suara, menjadikannya sebagai grup politik terbesar ketiga dalam Bundestag.
Empat tahun lalu, AfD bahkan gagal meraup minimal 5 persen dan tidak bisa masuk parlemen. Dukungan yang mereka peroleh tahun ini menunjukkan dampak krisis pengungsi pada masyarakat Jerman.
Hasil hitung cepat menunjukkan rival terbesar Merkel, SPD, memperoleh 20,7 persen suara. Pemimpin SPD Martin Schulz mengatakan partainya tidak akan membangun "koalisi besar" dengan partai Merkel.
Merkel sendiri mengatakan dia terbuka untuk berbagai pilihan, namun Merkel menolak keras bersekutu dengan AfD sayap kanan atau Partai Kiri berpandangan sosialis.
Kemenangan Merkel yang diusung partai CDU/CSU mendapatkan mereka 239 di parlemen Jerman, diikuti SPD dengan perkiraan 149 kursi.
AfD akan menduduki 94 kursi di Bundestag.