Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 November 2020•Update: 21 November 2020
Davut Colak
COPHENHAGEN
Menteri Pertanian Denmark pada Rabu mengundurkan diri karena skandal yang melibatkan perintah ilegal pemerintah untuk memusnahkan hewan cerpelai yang diternakkan di negara itu.
“Saya hari ini telah memberi tahu Perdana Menteri bahwa saya ingin mengundurkan diri dari Pemerintah. Saya dapat menyatakan bahwa tidak ada dukungan yang diperlukan untuk saya di partai-partai parlemen,” kata Mogens Jensen melalui Twitter.
Namun, oposisi negara tidak puas dengan pengunduran diri Jensen dan meminta Perdana Menteri Mette Frederiksen untuk mengakui perannya dalam skandal tersebut.
“Perdana Menteri bertanggung jawab atas perintah ilegal itu. Dia membuat keputusan dan dia tidak campur tangan dan menghentikannya ketika menyadari bahwa itu ilegal,” kata pemimpin oposisi Jakob Elleman-Jensen dari Partai Liberal melalui Twitter.
“Kasus ini tidak berhenti dengan kepergian Mogens Jensen. Perlu adanya komisi penyelidikan," tambah dia.
Awal bulan ini, Frederiksen mengeluarkan perintah kepada para peternak untuk memusnahkan jutaan hewan yang dihargai karena bulunya yang mahal itu.
Namun, dia menyadari bahwa dia tidak akan mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk meloloskan undang-undang darurat itu melalui parlemen.
Menurut perintah pemusnahan itu, sekitar 17 juta hewan harus dibunuh dengan gas, dibakar atau ditimbun di kuburan massal karena khawatir terjadi mutasi Covid-19 yang dimulai di peternakan cerpelai Denmark dan dapat menghambat pengembangan vaksin.