Muhammad Abdullah Azzam
21 Mei 2020•Update: 21 Mei 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI, Libya
Menteri Dalam Negeri Libya Fathi Bashagha pada Rabu menyebut krisis di negaranya saat ini akibat campur tangan Uni Emirat Arab (UEA) dan dukungannya untuk putschist alias pasukan kudeta.
Menteri Libya menanggapi sebuah tweet oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash, yang menuduh pihak-pihak yang bertikai di Libya berusaha untuk membuat "keuntungan taktis".
"Krisis di Libya tidak akan terjadi seandainya Anda [UEA] menghentikan campur tangan jahat Anda dalam urusan internal kami, dukungan Anda kepada para putschist, pengiriman senjata dan hasutan Anda untuk melakukan kekerasan melalui media penipuan Anda," kata Bashagha di Twitter.
Bashagha menuduh negara Teluk itu melanggar embargo senjata PBB dengan mengirim senjata ke jenderal Khalifa Haftar.
"Anda telah menggunakan media yang menipu, uang korup dan terus menerus melanggar resolusi PBB yang melarang ekspor senjata ke Libya dalam upaya membangun kediktatoran lain di kawasan itu," lanjut Bashagha.
Pemerintah Libya telah berulang kali menuduh UEA dan negara-negara kawasan lain mendukung kampanye militer Haftar terhadap pemerintah yang diakui secara internasional di Tripoli.
Pada Senin kemarin, tentara Libya merebut kembali pangkalan udara Al-Watiya yang diduduki oleh pasukan putschist selama enam tahun.
Langkah itu dilakukan setelah tentara Libya menghancurkan tiga sistem pertahanan udara jenis Pantsir buatan Rusia yang digunakan oleh pasukan Haftar yang juga disokong oleh UEA.
Pemerintah Libya digempur oleh pasukan Haftar sejak April 2019, dengan lebih dari 1.000 tewas dalam insiden kekerasan.
Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB.