Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Desember 2018•Update: 27 Desember 2018
Murat Temizer
ANKARA
Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Selasa mengatakan Rusia akan tetap mengirimkan gas alamnya di bawah kontrak jangka panjang ke Uni Eropa meski tidak ada perpanjangan perjanjian transit gas baru dengan Ukraina pada Desember 2019.
Menurut kantor berita Rusia Sputnik, Novak mengatakan bahwa dalam keadaan apa pun, Rusia menjamin pengiriman gas berdasarkan kontrak jangka panjang yang telah ditandatangani oleh Gazprom.
"Dalam hal ini, konsumen Eropa akan disediakan volume gas sesuai dengan yang dibutuhkan," ujarnya.
Dia menekankan bahwa dialog konstruktif dengan Ukraina terhambat oleh perselisihan hukum antara perusahaan energi Naftogaz Ukraina dan raksasa energi Gazprom Rusia terkait pengiriman dan transit gas Rusia.
Isu ini muncul ketika negara-negara Eropa menyuarakan kekhawatiran mereka tentang pasokan gas alam Rusia setelah Moskow menolak untuk memperbarui perjanjian transit dengan Ukraina.
Ukraina, yang terletak antara Rusia dan Eropa, adalah rute transit utama ekspor gas alam Rusia ke Uni Eropa.
Setelah krisis antara Moskow dan Kiev, yang diperburuk oleh aneksasi Krimea oleh pasukan Rusia, Kremlin mulai menggunakan biaya transit gas alam sebagai ancaman terhadap Ukraina.
Moskow tidak akan memperbarui perjanjian transit dengan Ukraina, yang akan menutup akses transit gas alam ke Eropa pada akhir 2019.