Dunia

Menlu Turkiye Tegaskan Peran Strategis Indonesia, Dorong Penguatan Kerja Sama Politik dan Keamanan

Turkiye dan Indonesia memperkuat koordinasi dalam isu Palestina melalui OKI dan Liga Arab

Büşranur Keskinkılıç, Muhammad Abdullah Azzam  | 09.01.2026 - Update : 09.01.2026
Menlu Turkiye Tegaskan Peran Strategis Indonesia, Dorong Penguatan Kerja Sama Politik dan Keamanan Credit by Ahmet Serdar Eser - Anadolu

ANKARA/ISTANBUL

Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara Turkiye dan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global, termasuk isu keamanan, ekonomi, serta stabilitas kawasan, usai pertemuan bersama menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara di Ankara.

Pernyataan itu disampaikan Fidan setelah memimpin Pertemuan Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Turkiye–Indonesia bersama Menteri Pertahanan Turkiye Yaşar Güler.

Pertemuan tersebut dihadiri Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, serta ditutup dengan konferensi pers bersama.

Fidan menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bencana longsor dan banjir yang melanda wilayah Sumatra pada bulan lalu. Ia menegaskan solidaritas Turkiye terhadap Indonesia dalam menghadapi musibah tersebut.

Dalam keterangannya, Fidan mengingatkan bahwa Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan telah mengunjungi Jakarta pada Februari 2025 dan memimpin pertemuan pertama Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi.

Kunjungan tersebut kemudian diikuti kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Turkiye pada April lalu.

“Para pemimpin kedua negara telah memberikan arahan yang jelas untuk membawa hubungan Turkiye dan Indonesia ke tingkat tertinggi. Berdasarkan kemauan politik yang kuat ini, kami membahas seluruh aspek kerja sama strategis dalam pertemuan hari ini,” kata Fidan.

Ia menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga mencapai 10 miliar dolar AS. Menurut Fidan, kerja sama strategis akan diperdalam di sektor konstruksi, energi, kesehatan, serta industri halal.

Fidan juga menekankan pentingnya kerja sama multilateral, khususnya dalam kerangka kebijakan “Kembali ke Asia” negara itu.

Ia menyebut Indonesia sebagai mitra kunci dalam upaya Turkiye memperkuat hubungan dengan kawasan Asia Pasifik dan ASEAN.

Dalam isu regional, Fidan menyatakan Turkiye dan Indonesia memiliki kerja sama erat terkait Palestina dan Gaza. Kedua negara merupakan bagian dari kelompok kontak yang dibentuk Organisasi Kerja Sama Islam dan Liga Arab.

Ia menilai kerja sama dengan Indonesia selama dua tahun terakhir telah memberikan hasil nyata.

Menurut Fidan, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Islam dapat mencapai kemajuan jika menunjukkan inisiatif, keberanian, dan komitmen bersama.

Selain itu, Fidan mengatakan pembahasan juga mencakup perkembangan di Yaman, Somalia, Sudan, dan Suriah. Terkait Suriah, ia menegaskan bahwa pemulihan ketertiban umum merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan dan ketenangan masyarakat.

“Perang melawan terorisme harus terus dilanjutkan secara efektif. Kami juga berharap SDG mematuhi Kesepakatan 10 Maret dan segera memenuhi kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya,” ujar Fidan.

Menurutnya, keberadaan Indonesia sebagai mitra kuat di Asia Pasifik sangat penting bagi Turkiye dalam menyusun dan mengarahkan kebijakan kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pertemuan ini kembali menunjukkan kesamaan visi Turkiye dan Indonesia dalam isu bilateral, regional, dan global.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın