Hayati Nupus
22 Maret 2019•Update: 22 Maret 2019
Tevfik Durul
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Kamis mengecam cuitan Presiden AS Donald Trump soal Dataran Tinggi Golan yang dikuasai.
"Integritas teritorial negara adalah prinsip paling mendasar dari hukum internasional," kata Mevlut Cavusoglu dalam cuitannya.
“Upaya AS untuk melegitimasi tindakan Israel terhadap hukum internasional hanya akan memunculkan lebih banyak kekerasan dan rasa sakit di wilayah tersebut. Turki mendukung integritas teritorial Suriah,” tambah dia.
Sebelumnya pada Kamis, Trump mengatakan lewat Twitternya bahwa sudah waktunya AS mengakui kontrol Israel atas Dataran Tinggi Golan yang dikuasai.
Momentum kongres telah terbangun di Capitol Hill, dan Departemen Luar Negeri pekan lalu mengubah terminologi itu untuk pertama kalinya di wilayah yang diperebutkan, menyebutnya sebagai "dikontrol Israel" alih-alih penggunaan sebelumnya "ditempati Israel."
Israel telah lama mendorong Washington untuk mengakui klaimnya atas wilayah yang direbutnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.
Israel menempati sekitar dua pertiga Dataran Tinggi Golan sebagai dampak konflik. Mereka resmi pindah dengan mencaplok wilayah itu pada 1981 – aksi itu ditolak oleh Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat.
* ditulis oleh Busra Nur Bilgic